Pilih Mana, Seks atau Cinta?
Tuesday, March 15, 2011 redlady 64 Comments Category : love , seks , woman

Seks dan cinta dibutuhkan pasangan dalam membangun relasi. Namun jika diminta memilih antara seks dan cinta, mana yang lebih dibutuhkan atau diinginkan? Nyatanya, seks dan cinta punya posisi yang sama kuatnya. Keduanya tak terpisahkan, bahkan otak memegang peranan untuk membangkitkan perasaan dan hasrat agar seks dan cinta berjalan seimbang.
Meski seks dan cinta sama kuatnya, namun kecenderungan pada umumnya terdapat perbedaan persepsi pada perempuan dan laki-laki. Perbedaan ini dikarenakan otak laki-laki dan perempuan memang berbeda. Tipikal laki-laki lebih logis dan cenderung kepada visual seks. Sedangkan perempuan lebih sering berkecimpung dengan perasaannya. Perempuan lebih emosional, ingin dilindungi, dan tak ingin ditinggalkan. Sedangkan laki-laki lebih mandiri. Namun toh perbedaan ini tak lantas men-generalisasikan laki-laki lebih memilih seks dan perempuan lebih memilih cinta.
"Manusia itu personal, kita tidak bisa bilang perempuan lebih memilih cinta atau laki-laki lebih memilih seks. Meski ada cinta, seks belum tentu juga ada di dalam hubungan. Tidak lantas 100 persen bisa mendapatkan seks dari cinta. Cinta tanpa seks bisa saja terjadi, namun memang kasus seperti ini masih minoritas. Di sisi lain, melakukan seks tanpa cinta bisa saja terjadi. Dan hal ini bisa terjadi pada perempuan dan laki-laki. Keduanya bisa melakukan seks tanpa cinta. Justru perempuan lebih mudah menikmati seks tanpa cinta. Sebaliknya, laki-laki akan lebih sulit menikmati seks tanpa cinta, karena laki-laki harus punya keinginan seksual untuk bisa ereksi. Dan kunci hubungan seks pada laki-laki adalah dengan adanya ereksi," jelas seksolog dan spesialis andrologi, dr Heru Oentoeng, SpAnd, dalam bincang-bincang mengenai "Seks, Love and Human Brain" di Klinik Angsamerah, Menteng, Jakarta, Jumat (11/2/2011) lalu.


